Kenapa Market Crypto Crash Terus-Menerus?
Jakarta, Pintu News – Pasar cryptocurrency tengah menghadapi periode kelam, di mana harga altcoin seperti Ethereum mengalami penurunan drastis di awal 2025 ini. Sementara itu, emas justru mencatatkan lonjakan signifikan dalam nilai.
Fenomena ini membuat banyak investor mulai mempertanyakan apakah era kejayaan crypto sudah berakhir. Artikel ini akan membedah penyebab utama crash, pengaruh kebijakan makroekonomi, dan peluang pembalikan arah di masa mendatang menurut analisa Michael van de Poppe!
Ethereum (ETH) Terjun Bebas, Emas Jadi Primadona
Ethereum (ETH) anjlok lebih dari 44% dalam satu kuartal terakhir, menjadikannya periode terburuk sejak 2018. Sementara itu, harga emas mengalami lonjakan lebih dari 20% dalam periode yang sama.
Jika dikonversikan, dalam tiga bulan terakhir emas telah naik sekitar Rp67.000 per gram, sedangkan ETH terus kehilangan nilai terhadap Bitcoin . Kondisi ini mengindikasikan perpindahan sentimen dari aset berisiko tinggi ke aset aman seperti emas.

Tren tersebut menunjukkan bahwa investor mulai menjauh dari crypto dan mencari perlindungan di aset yang lebih stabil. Kombinasi ketidakpastian ekonomi global dan penurunan minat terhadap altcoin menjadi pemicunya.
ahkan, minat terhadap proyek-proyek baru seperti Pepe Coin dan koin lainnya turut menurun drastis. Hal ini semakin mempertegas bahwa pasar cryptocurrency saat ini sedang dalam fase koreksi besar.
Baca juga: Bayar Franchise Pakai Bitcoin (BTC)? FAT Brands Resmi Terima Pembayaran Crypto!
Kebijakan Makroekonomi Picu Gejolak Pasar Crypto
Kebijakan tarif dan perdagangan yang diterapkan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump , kembali membawa ketidakpastian dalam lanskap ekonomi global.
Pendekatan baru ini memicu kekhawatiran di pasar, menyebabkan investor menghindari aset-aset berisiko seperti crypto. Hal ini semakin diperparah dengan melemahnya dolar AS dan tekanan pada imbal hasil obligasi.
Sentimen makroekonomi memainkan peran penting dalam performa altcoin. Saat kondisi global tidak menentu, emas yang bersifat konservatif justru semakin diburu.
Hal ini menciptakan tekanan tambahan bagi Ethereum (ETH) dan altcoin lainnya yang saat ini masih dianggap aset spekulatif. Akibatnya, para investor mulai ragu untuk menanamkan modalnya ke dalam pasar crypto .
Baca juga: Terobosan Baru Ripple: Integrasi RLUSD untuk Pembayaran Lintas Negara!
Korelasi Emas dan Ethereum: Siapa yang Unggul?
Dalam beberapa siklus pasar sebelumnya, kinerja Ethereum (ETH) dan emas menunjukkan hubungan yang menarik. Saat emas mengalami konsolidasi atau stagnasi, ETH biasanya menunjukkan performa yang lebih baik.
Namun, saat ini emas justru sedang dalam fase overbought atau terlalu tinggi, sedangkan ETH terus merosot terhadap Bitcoin (BTC), bahkan hingga 70% sejak akhir 2022.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar crypto kini mulai menunjukkan kedewasaan dengan mengikuti tren makroekonomi global. Ethereum dan altcoin lainnya tidak lagi hanya dipengaruhi oleh sentimen komunitas, tapi juga faktor-faktor eksternal seperti kebijakan fiskal dan data tenaga kerja.
Baca juga: Apakah Tarif Trump Akan Guncang Pasar Kripto?
Psikologi Pasar dan Harapan Rebound
Menurut teori “ Wall Street Cheat Sheet”, altcoin saat ini sedang berada pada fase “Depresi”, yaitu ketika harga berada di titik terendah dan kepercayaan investor sangat rendah. Namun, sejarah menunjukkan bahwa fase ini justru merupakan titik balik menuju fase pemulihan. Ini menjadi peluang emas bagi investor yang berani masuk saat harga rendah.
Meski demikian, pemulihan membutuhkan waktu dan dukungan dari faktor eksternal seperti penurunan harga emas atau pelonggaran kebijakan ekonomi.
Ethereum (ETH) saat ini menunjukkan tanda-tanda divergensi bullish yang bisa mengindikasikan pembalikan tren dalam waktu dekat. Namun, para investor diingatkan untuk tetap berhati-hati dan fokus pada proyek yang memiliki fundamental kuat dan nilai guna nyata.
Itu dia informasi terkini seputar berita crypto hari ini. Dapatkan berbagai informasi lengkap lainnya seputar akademi crypto dari level pemula hingga ahli hanya di Pintu Academy dan perkaya pengetahuanmu mengenai dunia crypto dan blockchain .
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh Pintu Crypto melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga.
Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro. Klik Daftar Pintu jika kamu belum memiliki akun atau klik Login Pintu jika kamu telah terdaftar.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
- YouTube Michael van de Poppe. Why Do Altcoins Keep Crashing? . Diakses 5 April 2025.
- Featured Image: Generated by Ai
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Penjabat Ketua SEC Uyeda mengarahkan staf untuk meninjau pernyataan tentang risiko kripto, undang-undang keamanan
Tinjauan Cepat Penjabat ketua SEC Mark T. Uyeda mengarahkan staf SEC pada hari Sabtu untuk meninjau beberapa pernyataan staf mengenai regulasi cryptocurrency, termasuk surat-surat yang memperingatkan investor tentang risiko dari investasi crypto dan satu yang memberikan panduan rinci untuk menerapkan tes Howey pada aset digital. Surat-surat tersebut, yang disusun dengan bantuan rekomendasi dari Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), akan ditinjau dan "...dimodifikasi atau dibatalkan sesuai dengan prioritas agensi saat ini," U

Ark Invest milik Cathie Wood membeli saham Coinbase senilai $13,4 juta setelah penurunan 5%
Ringkasan Cepat Ark Invest milik Cathie Wood telah menambahkan total 83.157 saham Coinbase tambahan, senilai sekitar $13,4 juta pada harga saat ini, ke dalam tiga ETF-nya pada hari Jumat. Saham Coinbase telah turun sekitar 5% selama seminggu terakhir di tengah penurunan pasar yang lebih luas.

Defiance ETFs merencanakan dana yang menjual pendek dua ETF Strategi leverage, bertujuan untuk meraih keuntungan dari penurunan volatilitas
Defiance ETFs telah mengajukan permohonan untuk dana yang diperdagangkan di bursa baru yang akan secara bersamaan menjual pendek dua ETF berleveraged yang melacak Strategy, sebelumnya MicroStrategy—satu menawarkan eksposur panjang harian 2x dan yang lainnya eksposur pendek harian 2x. Dana ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan nilai dan kesalahan penggabungan yang terjadi ketika ETF berleveraged dipegang untuk periode lebih dari satu hari.

Bitcoin Menargetkan $100K Saat Memisahkan Diri Dari Emas dan Saham
Berita trending
LainnyaHarga kripto
Lainnya








