Analis Prediksi Kripto Berpeluang Sentuh Titik Terendah Sebelum Juni 2025
Pasar aset kripto diperkirakan akan mencapai titik terendah dalam dua bulan ke depan, seiring dengan ketidakpastian yang disebabkan oleh negosiasi tarif impor global yang sedang berlangsung.
Menurut laporan Nansen pada Selasa (1/4/2025) Principle Research Analyst Aurelie Barthere menyatakan adanya kemungkinan sebesar 70% bahwa valuasi aset kripto akan mencapai titik terendah sebelum Juni 2025. Barthere menyatakan bahwa Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) saat ini diperdagangkan masing-masing 15% dan 22% di bawah harga tertinggi mereka sepanjang tahun ini.
“Setelah bagian terberat dari negosiasi ini berlalu, kami melihat peluang yang lebih jelas bagi aset kripto dan berisiko lainnya untuk akhirnya mencapai titik terendah,” terangnya.

Baca juga: Bitcoin Tumbang 10%, Jelang Penerapan Tarif Impor AS
Ketidakpastian Tarif AS Dinilai Jadi Pemicu Tekanan Pasar
Sentimen pasar global saat ini tengah dibayangi oleh kebijakan perdagangan yang agresif dari Presiden AS Donald Trump. Fokus utamanya adalah revisi terhadap struktur tarif impor yang ditujukan untuk mengurangi defisit perdagangan barang Amerika Serikat yang diperkirakan mencapai US$1,2 triliun.
Rencana tarif baru ini diprediksi akan berdampak langsung ke negara-negara mitra dagang utama AS, termasuk Tiongkok, Meksiko, dan Vietnam. Para analis menilai, jika ketegangan perdagangan kembali meningkat, maka risiko koreksi di pasar saham dan aset kripto pun ikut membesar.
Sebagian pelaku pasar khawatir bahwa penyesuaian tarif ini bisa memicu kembali ketegangan global, seperti yang terjadi dalam perang dagang 2018–2019 lalu. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian jangka pendek yang menekan permintaan terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin dan altcoin besar lainnya.
Di tengah situasi tersebut, aset kripto cenderung terjebak dalam zona koreksi, meskipun struktur fundamentalnya tetap menunjukkan tren positif dalam jangka panjang. Para analis percaya bahwa tekanan ini bersifat sementara, dan potensi pemulihan akan mulai terlihat ketika kebijakan final telah diumumkan dan diserap oleh pasar.
Baca juga: Pasar Kripto Pulih, Imbas Penundaan Tarif Impor Trump
Optimisme Jangka Menengah
Meskipun tekanan jangka pendek masih terasa, sejumlah analis justru melihat kondisi saat ini sebagai peluang untuk melakukan akumulasi aset kripto. Barthere menilai bahwa pasar saat ini berada di fase konsolidasi sehat setelah reli besar dalam beberapa bulan terakhir.
“Volatilitas mungkin tetap tinggi dalam waktu dekat, tapi secara struktural kita tetap berada dalam tren naik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa koreksi yang terjadi saat ini bisa menjadi momen penting sebelum pasar kembali membentuk tren kenaikan baru.
Data historis juga mendukung pandangan ini. Dalam beberapa siklus sebelumnya, fase koreksi di awal kuartal kedua sering kali diikuti dengan pemulihan kuat menjelang pertengahan tahun. Jika pola ini berulang, maka Juni bisa menjadi titik balik bagi harga Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Di sisi lain, kebijakan makro dan arah regulasi global masih menjadi faktor penentu utama. Jika ketidakpastian terkait tarif berhasil diredam dan inflasi tetap terkendali, maka peluang masuknya modal baru ke pasar aset digital akan semakin terbuka, terutama dari institusi besar.
Baca juga: Pasar Kripto Pulih, Imbas Penundaan Tarif Impor Trump
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
AMPUSDT sekarang diluncurkan untuk perdagangan futures dan bot trading
Abaikan Kebisingan Tarif: Pal & Coutts Menunjuk Likuiditas sebagai Pendorong Bitcoin Utama

Menganalisis Pilihan Ripple di Singapura untuk KTT XRPL Apex 2025 Utama

Kinerja Aset Maret 2025: Emas Reli di Maret Sementara Saham Teknologi, Kripto Turun

Berita trending
LainnyaHarga kripto
Lainnya








