Analis Optimis Bitcoin Punya 75% Peluang Cetak ATH Baru di 2025
Ekonom Bitcoin Timothy Peterson kembali menyampaikan pandangannya soal pergerakan harga Bitcoin. Menurutnya, ada peluang sebesar 75% bahwa aset kripto terbesar di dunia ini akan menyentuh rekor harga tertinggi baru pada akhir 2025.
Dalam postingan di X pada Selasa (25/3/2025), Peterson menjelaskan bahwa saat ini harga Bitcoin berada di dekat batas bawah dari pola historisnya. Ia menyebut posisi ini berada di kuartil terbawah atau bottom 25% dari kisaran harga jangka panjang Bitcoin, yang menurutnya membuka peluang besar untuk reli harga.

“Cara menafsirkan grafik ini adalah ada 75% kemungkinan Bitcoin akan naik lebih tinggi dari sini, karena berada di ambang batas 25% terbawah. Ada kemungkinan 50% akan naik 50%+ dalam jangka pendek,” sebut Peterson.
Baca juga: Bitcoin Diprediksi Sentuh Rekor US$126.000 pada Juni 2025
Data Historis Dukung Optimisme Kenaikan Harga
Sebelumnya, Peterson juga merilis studi yang menunjukkan bahwa performa tahunan Bitcoin paling sering menguat di bulan April dan Oktober, dengan rata-rata kenaikan masing-masing sebesar 12,98% dan 21,89% dalam 10 tahun terakhir.

Ia menambahkan bahwa saat ini harga Bitcoin mendekati batas bawah dari pola fluktuasi musiman, di mana secara historis Bitcoin biasanya berada di bawah garis tren selama sekitar empat bulan sebelum kembali naik.
Peterson mencatat, Bitcoin telah mengalami koreksi lebih dari 20% sejak 2023, yang semuanya diikuti oleh lonjakan harga. Karena itu, koreksi harga saat ini bukan dianggap sebagai akhir dari tren naik, melainkan sebagai koreksi jangka pendek.
Dalam grafiknya, Peterson menampilkan garis tren putus-putus merah yang menunjukkan potensi target harga Bitcoin di level US$126.000 pada 1 Juni 2025. Proyeksi ini didasarkan pada pola pergerakan harga Bitcoin di bull market sebelumnya yang juga menunjukkan kenaikan signifikan setelah koreksi besar.

Sementara itu, analis Crazzyblockk dalam postingan di CryptoQuant menyebut bahwa harga realisasi untuk whale jangka pendek saat ini berada di sekitar US$91.000. Ia mencatat, sebagian besar alamat wallet yang aktif memiliki harga beli rata-rata (cost basis) di kisaran US$84.000 hingga US$85.000.
Menurutnya, penurunan harga di bawah zona ini bisa memicu aksi jual, sehingga rentang tersebut menjadi area likuiditas yang penting.
“Level cost basis ini jadi titik keputusan penting karena bisa memengaruhi psikologi pasar. Reaksi harga di area ini perlu diperhatikan untuk melihat kekuatan tren atau potensi pembalikan,” jelasnya.
Baca juga: Bitcoin Berpotensi Rebound ke US$90.000, Didukung Dua Katalis Ini!
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

Bot Perdagangan AI: Asisten yang Kuat atau Prediktor yang Cacat? Menyelam Mendalam

Republic setuju untuk mengakuisisi perusahaan perdagangan kripto INX hingga $60 juta
Ringkasan Singkat Anak perusahaan Republic bermaksud untuk mengakuisisi semua saham INX yang beredar dengan harga sekitar $54,8 juta, meskipun kesepakatan ekuitas akhir bisa mencapai $60 juta. Republic akan menggabungkan INX ke dalam operasinya untuk memperkuat layanan investasi blockchain-nya.

Peminjaman kripto bersama CEO Morpho Paul Frambot
Paul Frambot, Co-Founder & CEO Morpho, membahas evolusi pinjaman kripto dan integrasi platformnya dengan Coinbase.

Berita trending
LainnyaHarga kripto
Lainnya








